BI Nilai Perekonomian Nasional Masih Berdaya Tahan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menyatakan daya tahan perekomian Indonesia terhdap ancaman krisis cukup kuat karena kondisi fundamental ekonomi makro saat ini masih stabil.
Direktur Perencanaan Strategis dan Humas Bank Indonesia Budi Mulya menuturkan, angka inflasi tahunan sampai Juli lalu sebesar 6,06 persen masih di dalam proyeksi inflasi bank sentral tahun ini, yakni enam plus-minus satu persen. “Meski kami tahu ada impact pada Juli lalu terhadap lalu lintas modal, tap jumlahnya masih kecil,” katanya di Jakarta, Jumat (3/8).
Dia memaparkan, Juli 2007, ada aliran dana keluar (capital outflow) pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 11 triliun.Artinya, selama sebulan dana yang keluar hanya sekitar US$ 1 miliar. “Tapi ini hanya disebabkan rebalancing portofolio investor, jadi kami harap hanya sementara,” ujarnya.
Budi menilai anjloknya pasar saham belakangan ini merupakan fenomena global yang disebankan krisis di pasar saham Amerika. “Tapi kan sudah recover, kami berharap pasar kita ikut,” tuturnya. Dia memastikan, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter akan terus mencermati pasar dan berada di dalamnya.
AGOENG WIJAYA