Pembatasan Tarif Seluler Batal
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah tidak jadi membatasi tarif telekomunikasi seluler karena akan terbentuk sendiri lewat mekanisme pasar.
Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar, mengatakan pengaturan tarif batas atas dan bawah untuk telekomunikasi seluler justru akan merugikan pelanggan.
Pasalnya, tarif telekomunikasi cenderung menurun karena teknologi yang digunakan bakal semakin murah. "Jadi, kalau dibatasi maka tarif tidak akan turun akibat terbentur regulasi," kata Basuki di Jakarta, hari ini.
Namun untuk layanan telepon tetap kabel, pemerintah akan menerapkan aturan tarif batas atas. Sebab layanan ini adalah jasa teleponi dasar dan hanya ada satu operator yang memiliki jaringan.
Pemerintah, kata Basuki, akan mengeluarkan skema penghitungan tarif untuk menjamin kompetisi dilakukan secara benar tanpa ada operator yang melakukan dumping harga. Sehingga, operator tetap bisa mengembangkan layanan meskipun tarifnya murah.
Eko Nopiansyah
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Ditabrak Burung, Pesawat Mendarat Darurat
- Pertumbuhan Sel Otak Hapus Memori Masa Batita
- Dortmund Vs Bayern: Final Komplet Buat Klopp
- Ahok: KJS Baru Jalan Sudah 'Diributin'
- Roy Suryo Buka Kompetisi Surfing di Pulau Merah
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Pecat Stramaccioni, Inter Tunjuk Mazzarri
Berita Utama Bisnis
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen













