Topik
DPR Minta Pemerintah Berkomitmen dengan Rancangan APBN 2008
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah benar-benar berkomitmen terhadap rencana kerja yang telah disusun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2008. "Hal ini penting untuk diperhatikan agar target asumsi dasar dan pokok-pokok kebijakan fiskal dapat dicapai," ujar Ketua DPR Agung Laksono dalam rapat paripurna DPR, Kamis (16/8).
Pemerintah dan DPR, lanjut Agung, telah menyepakati asumsi-asumsi dasar dan pokok-pokok kebijakan fiskal dalam pembicaraan pendahuluan APBN. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 disepakati antara 6,5-6,9 persen, sedangkan tingkat inflasi disepakati sebesar 5,5-6,5 persen.
Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 9100-9400. Sedangkan patokan harga minyak mentah Indonesia disepakati sekitar $ 57-60 per barel.
Sementara itu, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia disepakati rata-rata tiga bulan pada kisaran 7-8 persen. Sedangkan besar Produk Domestik Bruto nominal disepakati pada kisaran Rp 3.700-4.100 triliun.
DPR memprediksi perkenomian Indonesia tahun 2008 akan menemui beberapa tantangan. "Baik karena kondisi global an regional maupun kondisi dalam negeri sendiri," ujar Agung.
Tantangan perkonomian global, lanjut Agung, antara lain berupa perlambatan ekonomi global dan regional, ketidakpastian harga minyak dan komoditi internasional, serta ketidakstabilan pasar uang global.
Sedangkan tantangan dari dalam negeri berupa bagaimana mengimplementasikan pembangunan infrastruktur secara lebih baik dan memperbaiki iklim investasi. "Olah sebab itu Dewan menaruh perhatian serius terhadap upaya-upaya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, seperti mendorong peningkatan investasi dan ekspor," kata Agung.
Untuk mendorong pertumbuhan ekspor, lanjut Agung, kebijakan nilai tukar rupiah harus mendukung. "Yakni dengan stabilisasi nilai rupiah atau mempertahankan depresiasi rupiah secara fleksibel. Penguatan nilai (apresiasi) rupiah pada akhir-akhir ini cenderung akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekspor," kata Agung.
FANNY FEBIANA, ANTON APRIANTO
Web via