Pasar Saham Eropa Terus Anjlok
TEMPO Interaktif, Eropa:
Pasar saham Eropa terus menerus mengalami kejatuhan hingga pekan ke lima setelah merebaknya krisis kredit perumahan di Amerika Serikat. Kejatuhan ini terbilang yang terlama sejak kejadian serupa pada Juli 2004.
Lesunya pasar terbentuk oleh persepsi bahwa krisis kredit perumahan itu bisa memangkas pendapatan dan menekan pertumbuhan ekonomi. Saham Siemens AG, perusahaan manufaktur terbesar di Eropa, dan Arcelor Mittal, perusahaan baja terbesar dunia, juga mengalami penurunan.
"Ketidakpastian mengenai perkembangan indikator kunci seperti pengucuran kredit, pertumbuhan ekonomi, pendapatan perusahaan, terus menghambat kesediaan investor untuk mengambil resiko," kata Gerhard Schwarz, analis ekuitas di UniCredit Markets & Investment Banking di Munich.
Indeks Dow Jones Stoxx 600 turun 0,8 persen ke level 359,98 akhir pekan ini. Meski begitu ini menunjukkan peningkatan dibanding kondisi sebelumnya. Ini terjadi setelah bank sentral AS, The Federal Reserved Bank, secara mengejutkan memotong tingkat bunga pinjaman ke bank.
Penurunan tingkat bunga ini diharapkan bisa menghilangkan sebagian kekhawatiran para pelaku pasar. "Dan juga diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan investor untuk sementara waktu," kata Giulio Baresani Varini, kepada investasi di Banca MB SpA di Milan.
Perusahaan ini diperkirakan mengelola dana sekitar US$607 juta (sekitar Rp5,5 triliun). "Pasar terus menerus berperilaku irasional karena tidak seorangpun tahu apakah krisis likuiditas ini telah berakhir atau belum," kata Varini. Budi Riza/Bloomberg
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun














