Pendapatan Iklan Radio Menurun
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pengusaha radio merugi akibat gangguan interferensi radio ilegal dan radio yang tidak menempatkan frekuensi sesuai ketentuan.
Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSNNI) mengindikasikan penurunan iklan yang cukup siginifikan akibat gangguan itu.
Ketua Umum PRSSNI, Ganjar Djamhir, mengatakan rata-rata pendapatan iklan radio yang beroperasi di Pulau Jawa menurun hingga 40 persen dalam tiga tahun terakhir.
“Dampak gangguan itu memang akibat ketidak percayaan pendegar dan pemasang iklan,” kata dia di Jakarta hari ini.
Mereka tidak lagi mendengarkan radio atau beralih ke media informasi lain karena mutu siaran radio kurang bagus.
“Siaran radio di kota besar bergeser sedikit sudah jelek, kemresek," kata Ganjar. Karena itu tidak heran bila PRSSNI juga mengindikasikan jumlah pendengar radio saat ini semakin menurun, meski ini juga dipengaruhi beberapa faktor lain.
Dian Yuliastuti
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi













