Pencalonan Muto Sebagai Gubernur Bank Sentral Jepang Terganjal


Topik

TEMPO Interaktif, Jepang:Deputi Gubernur Bank of Jepang (BoJ) Toshiro Muto yang dicalonkan menjadi gubernur bank sentral diduga akan menemui kesulitan. Pasalnya, partai oposisi pemerintah, yakni Partai Demokrat menang pada pemilihan bulan lalu.

Jumlah ekonom yang semula 15 orang memperkirakan Muto akan menggantikan Toshihiko Fukui kini turun menjadi 8 orang.

Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang mengkontrol Upper House mengijinkan adanya pemblokan nominasi untuk posisi itu. Ini dapat mengurangi kesempatan Muto. Partai ini pun tidak menerima pengangkatan Muto sebagai Deputi Gubernur pada 2003, serta meragukan latar belakangnya di Kementerian Keuangan.

Pemblokan yang dilakukan Partai Demokrat juga diperkirakan akan mendorong kesempatan kandidat lain yang bertentangan dengan kebijakan Fukui untuk menaikkan suku bunga.

"Jika Partai Demokrat tetap pada pendapatnya, kemungkinan Muto menjadi gubernur bank sentral akan batal," ujar Mamoru Yamazaki, Kepala Ekonom RBS Securities Japan Ltd. di Tokyo, seperti dikuti Bloomberg, kemarin.

Namun, Yamakazi menambahkan, Muto tetap mempunyai kesempatan. Kuncinya adalah bila dia bisa memenangkan kepercayaan Partai Demokrat pada Maret mendatang.

Muto, 64 tahun, mengatakan bahwa bank perlu menaikkan suku bunga mengikuti perkembangan ekonomi dunia saat ini. Ini mengindikasikan bahwa dia akan melanjutkan kebijakan Fukui, jika terpilih nanti.

Kemenangan Partai Demokrat memunculkan kesempatan bagi Kazuo Ueda, salah satu Profesor Universitas Tokyo yang duduk dalam bidang kebijakan ekonomi luar negeri selama 7 tahun. Tujuh analis mengatakan bahwa Ueda, 55 tahun, memiliki kesempatan terbesar sebagai kandidat Gubernur Bank of Japan yang baru.

Dari respon yang dilakukan kepada beberapa ekonom untuk para kandidat, Ueda dipilih 14 kali dan Muto 12 kali.

SAHALA LUMBANRAJA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X