Sebagian Gerhana Terlihat di Boscha


TEMPO Interaktif, Bandung:
Peristiwa puncak gerhana bulan yang terjadi Selasa (28/8) dapat disaksikan di Observatorium Boscha, Lembang, Jawa Barat. Bulan yang suram kemerahan terlihat muncul dari punggung gunung di arah timur sekitar pukul 18.20 WIB.

Awan sempat menghalangi kemunculan bulan yang sedang mengalami puncak gerhana. Sosok bulan mulai terlihat jelas ketika puncak gerhana telah lewat. Bulan sabit kemerahan terlihat jelas.

Suasana observatorium sendiri ramai oleh pengunjung. Sebagian besar merupakan siswa sekolah yang sengaja diajak gurunya untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Guru SMP Darul Hikam Bandung, Danis Wijaksana, misalnya, memimpin rombongan siswa SD dan SMP Yayasan Darul Hikam menyaksikan gerhana bulan di Observatorium Boscha. "Kami ingin menjelaskan pada siswa bagaimana gerhana bulan itu," katanya. Selain menyaksikan peristiwa astronomis itu, para siswa juga diajak melakukan salat gerhana bersama di tempat itu.

Observatorium Boscha memanfaatkan momen gerhana untuk menguji serangkaian peralatannya dan menyiarkan momen tersebut melalui video streaming via internet dan siaran televisi. "Apa yang dilihat di televisi adalah gambar yang sama yang terlihat di teleskop," kata Kepala Observatorium Boscha Taufik Hidayat.

Menurutnya, pengujian terhitung sukses. Dia mendapat kabar dari koleganya yang memantau siaran via internet yang berjalan nyaris tanpa hambatan. Rencananya, hal yang sama akan dilakukan pada saat menyaksikan hilal awal puasa pada 11-12 September nanti.

Rencana itu, paparnya, diprakarsai oleh Departemen Komunikasi dan Informatika yang ingin menjadikan Observatorium Boscha sebagai pusat pengamatan hilal di Indonesia. Taufik memuji rencana pemerintah itu. "Sudah saatnya memanfaatkan teknlogi untuk membantu pengamatan hilal," katanya.

Hilal, yang menurutnya adalah bentuk bulan sabit tipis sebagai tanda awal bulan, kerap dipersepsikan berbeda. Dengan teknologi astronomi, paparnya, perbedaan persepsi itu bisa dihindari.

Penampakan hilal dapat terlihat lebih jelas menggunakan peralatan teleskop. Namun, tegasnya, lembaga penelitian seperti Boscha hanya akan memfasilitasi data pengamatan hilal, tapi tidak akan mencampuri sidang isbath untuk menentukan awal bulan. Ahmad Fikri

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X