PDIP: Kenaikan Tarif Tol Tidak Manusiawi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Fraksi PDI Perjuangan menilai kenaikan tarif jalan tol merupakan kebijakan yang tidak manusiawi. Pemerintah dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang serba sulit.
Kenaikan tarif 13 ruas jalan tol merupakan kebijakan yang menyedihkan bagi masyarakat. "Sangat tidak tepat waktu. Sejak dari rencana awal, kami sudah tidak setuju," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, Sabtu (1/9).
Menurutnya, pemerintah kembali tidak peka terhadap kondisi realitas kehidupan masyarakat yang masih serba sulit dan pas-pasan. Dia mengatakan pemerintah tidak bisa menggunakan ukuran bahwa pengguna jalan tol adalah orang kaya karena yang memiliki mobil adalah orang kaya.
Menurutnya, kenaikan tarif tol dipastikan akan berimbas pada masyarakat kecil. "Kalau ukurannya kepemilikan mobil, bagaimana dengan angkutan bus yang merupakan angkutan rakyat kecil juga masuk tol," katanya.
Tjahjo mengatakan penjelasan pemerintah sama sekali tidak bisa dipahami oleh fraksinya. Menurut dia selama ini operator tol belum maksimal memberikan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Hal itu terlihat dari munculnya berbagai persoalan di ruas jalan tol mulai soal pembatas, peralatan hingga keselamatan pengguna jalan tol.
"Pemerintah seharusnya memahami realitas kehidupan masyarakat yang di semua lapisan semakin berat," kata dia.
Imron Rosyid



