Infografis
Masyarakat Minta Kenaikan Tarif Tol Dibatalkan
TEMPO Interaktif, Surabaya:Masyarakat pengguna jalan tol di Jawa Timur mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan tarif tol di Jawa Timur. Mereka menilai tol di Jawa Timur dalam kondisi tidak layak sehingga mereka mestinya mendapatkan pengurangan ongkos.
Yuana Mahfud, karyawan sebuah perusahaan di Pandaan, Pasuruan, mengatakan dalam sepekan ia mendapat tugas dua-tiga kali ke Surabaya. Dulu, sebelum ruas tol Gempol-Surabaya direndam lumpur Lapindo Brantas, perjalanan ke Surabaya lancar. Dengan ongkos Rp 2.500 ia merasa tidak berkebaratan.
Sejak lumpur menyembur Mei 2006 lalu, tol Surabaya-Gempol terus bermasalah hingga akhirnya tutup total. Untuk masuk atau keluar kota Surabaya, pengguna jalan melintasi pintu tol Porong. Sejak itu pula, Yuana merasakan kian sengsaranya melakukan perjalanan dari Pandaan ke Surabaya. Sebab, ia pasti terjebak macet di Jalan Raya Porong hingga paling tidak satu jam. "Bisa jadi hingga berjam-jam jika lumpur meluap ke Jalan Raya Porong atau warga berdemonstrasi memblokade jalan," katanya.
Yuana protes mengapa tol yang tidak beroperasi dengan baik tetap saja dinaikkan tarifnya. Menurut Yuana, tarif tol Surabaya-Gempol mestinya justru turun karena sejak Porong-Gempol praktis tidak bisa digunakan akibat lumpur. Selain itu, pintu tol Porong juga selalu macet. Sesuai tarif baru, Yuana harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 3.000. "Karena itu, batalkan saja kenaikan tarif tol," ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya Paidi Prawirorejo mengatakan Jasa Marga mengingkari banyak hal dalam pelayanan jalan tol. Ia melihat kondisi jalan tol yang banyak mengalami rusak di sejumlah titik. Selain itu, fasilitas jalan tol tidak tersedia.
Menurut Undang-Undang Jalan, kata Paidi, di jalan tol harus tersedia mobl ambulans dalam jarak kilometer tertentu. Selain itu, juga harus tersedia mobil derek. Fasilitas berupa air minum dan telepon pengaduan untuk keamanan juga harus dipastikan baik. "Saya tidak melihat fasilitas itu ada di jalan tol," ungkapnya.
Paidi juga mendapatkan keluhan dari sejumlah masyarakat tentang buruknya kondisi dan fasilitas jalan tol. Ia sendiri juga pengguna jalan tol. Karena itu, ia mengajak masyarakat di Surabaya dan Jawa Timur untuk mendesak pemerintah agar membatalkan naiknya ratif tol.
Sunudyantoro