Pengemudi Truk di Medan Keberatan Tarif Tol Naik

TEMPO Interaktif, Medan:Pengemudi truk angkutan berat keberatan dengan penerapan tarif baru tol sepanjang ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa. Umumnya mereka menerima upah borongan, sementara kenaikan tarif tol tidak dibarengi kenaikan jasa upah borongan.

Hal ini berbeda dengan pengemudi mobil pribadi atau golongan tarif satu yang mengaku awalnya kaget karena kurang sosialisasi, namun akhirnya menerima karena kenaikan tarifnya jauh lebih murah dari kenaikan tarif di tol Jabotabek.

Aritonang, pengemudi truk dalam golongan 3 mengaku kecewa. "Sangat memberatkan karena upah borongan kami tidak naik," ujarnya di gerbang tol Belawan, Medan, Selasa (4/9).

Aritonang mengatakan sedikitnya empat kali dalam sehari ia keluar-masuk pintu tol. Uang yang dikeluarkannya setiap pintu tol minimal Rp 4.500, naik dari Rp 3.000. Aritonang dan teman-temannya sesama pengemudi truk tidak akan menggugat secara hukum, melainkan meminta agar pemberi borongan menaikan upah borongan. "Bila tidak kita akan mengumpulkan teman-teman dan melakukan aksi unjuk rasa" ucapnya.

Teddy Rosadi, Kepala Bagian Operasional PT Jasa Marga Cabang Balmera mengatakan tidak semua golongan mengalami kenaikan dalam tarif yang baru. Tarif tol untuk bis angkutan umum mengalami penurunan dari Rp 6.500 menjadi Rp 4.000 dari jarak terjauh.

Teddy mengatakan, walaupun mengalami kenaikan, secara keseluruhan tarif Tol Balmera sepanjang 34 kilometer tersebut masih rendah. Dengan tarif baru ini, rata-rata per kilometer tarif Tol Balmera baru Rp 130, masih jauh dibanding dengan tarif normal seharusnya untuk memperoleh untung Rp 500 per kilometer.

Dengan kenaikan tarif tol Balmera ini, pihak Jasa Marga akan melakukan perbaikan pelayanan dalam enam bulan ke depan, seperti perlebaran sepanjang 3 kilometer ruas tol Amplas-Tanjung Morawa, pelapisan ulang sepanjang 4 kilometer Tanjung Mulia-Bandar Selamat, pemagaran jalan tol hingga pengecatan semua pintu gerbang tol. "Sudah dua tahun tidak dicat," ucap Teddy.

Hambali Batubara