Rusia Kucurkan Rp 9,4 Triliun untuk Militer Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rusia dan Indonesia akan menandatangani kerja sama perdagangan senilai US$ 5 miliar atau Rp 47 triliun pada saat kunjungan pertama Presiden Rusia Vladimir Putin ke Jakarta besok.
Putin akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pengusaha sebelum meneruskan perjalanannya ke Australia untuk menghadiri forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
"Presiden (Yudhoyono) akan berbicara mengenai masalah bilateral, terutama mengenai peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi," kata juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.
Kedua kepala negara akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di bidang energi, pertambangan, dan pertahanan. Rusia berjanji akan mengucurkan kredit lunak senilai US$ 1 miliar atau Rp 9,4 triliun kepada Indonesia untuk pembelian peralatan militer dari Kremlin.
Rusia, kata Dino, memiliki peran strategis di kancah internasional, seperti ambil bagian dalam kelompok kuartet Timur Tengah yang menangani masalah Palestina dan anggota perundingan enam negara yang menangani soal nuklir Korea Utara. "Jadi banyak kiprah Rusia yang membuat Indonesia harus lebih dekat atau bersinergi dengan Rusia," ujarnya.
| THE MOSCOW TIMES | SUTARTO | WAHYUDIN FAHMI | IWANK
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Ngos-ngosan Naik Tangga? Performa Seksual Jelek
- Mendagri Siap Copot Bupati Theddy Tengko
- Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Kredit BJB
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly
- Ngaku Anak Kapolri, Wanita Ini Dipenjara
- Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas
- Tunisia Tahan Amina Tyler, Demonstran Bugil
Berita Utama Dunia
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- Hukuman Rios Montt Dimentahkan Pengadilan Tinggi
- 10 WNI Selamat dari Amukan Tornado di Oklahoma
- Tornado Oklahoma Baru 'Pemanasan' Saja
- Tornado di Oklahoma Mirip Film 'Twister'
- Tornado Hancurkan Oklahoma, 80 Kuda Tersedot
- Benny Wenda: Jakarta Tak Buka Dialog Soal Papua













