Soal Senjata, Indonesia Tidak Berkiblat Kemana-mana


TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Djoko Santoso menegaskan, Indonesia tidak akan berkiblat ke satu negara tertentu dalam soal senjata dan segala perlengkapannya.

"Tidak ada kiblat-kiblatan. Kiblat kami, Indonesia sendiri," ujarnya usai serah terima jabatan Komandan Jendral Komando Pasukan Khusus, di Cijantung, Rabu.

Meski belakangan belanja persenjataan untuk TNI lebih banyak ke Rusia, Djoko memastikan bahwa acuan militer Indonesia tidak serta-merta ke negara blok timur. Pembelian senjata ke negara lain, diakui Djoko karena sistem alat yang diapaki menggunakan teknologi tinggi. "Kasad sebagai pembuat kebijakan kebutuhan alutsista ke bawah akan dilakukan di dalam negeri melalui PT Pindad," paparnya.

Alat persenjataan yang harus dibeli dari luar negeri, seperti Rusia, seperti helikopter, diproyeksikan untuk membangun beberapa skuadron. Misalnya, kata Djoko, Skuadron untuk helikopter Mi-35 dan 17. Raden Rachmadi

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
indonesia yang pada saat ini telah merdeka dan memiliki sdm yang bagus smua,,,,saya sangat mengharapkan sekali pemerintah indonesia memberikan anggaran yang lebih di bidang pendidikan dan riset teknologi.Agar kedepan kita bisa memproduksi sendiri alutsila canggih dan kita tidak di anggap remeh oleh negara2 luar yang selama ini memandang kita sebelah mata.Mari bersama kita buktikan ke dunia kita bisa...saya sebagai rakyat inonesia sangat mengharapkan sekali perubahan ini,,,dari pada menghabiskan uang untuk beli senjata,alangkah baik nya jikalau pemerintah mengembangkan (mendanai) pt yang mempruduksi alitsila,,,kita pasti bisa membuat pesawat tempur yang mengalahkan pesawat siluman AS.
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X