Gunung Kelud Dinyatakan Berstatus Waspada
Topik
TEMPO Interaktif, Kediri:
Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, secara resmi menyatakan menutup total kawasan Gunung Kelud bagi pengunjung mulai Rabu (12/9) tengah malam. Penutupan itu dilakukan menyusul adanya kenaikan suhu yang kemudian merubah status Gunung Kelud dari aktif normal menjadi waspada.
Peningkatan status dilakukan Pusat Vulkanologi dan Militigasi Bencana Bandung dari hasil pantauan sejak awal pekan ini. “Bapak Bupati Soetrisno menyatakan kawasan wisata Gunung Kelud ditutup total. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Kediri dan Kodim 0809 untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktun harus melakukan evakuasi,” kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (12/9) malam.
Menurut Sigit, Bupati memimpin langsung pemantauan dan upaya persiapan evakuasi termasuk mempersiapkan kendaraan evakuasi, tenda dan mendirikan dapur umum. “Kami sudah siapkan semuanya untuk mengantisipasi kejadian terburuk. Semoga tidak jatuh korban jiwa. Kami harus melindungi seluruh warga dari bahaya letusan Gunung Kelud,” kata Sigit.
Di wilayah yang masuk ketagori rawan bencana (dalam jarak 8 kilometer dari pusat letusan gunung), terdapat ribuan warga yang bermukim secara permanen. Mereka berada di 16 desa dari 4 kecamatan (Kecamatan Ngancar, Kepung, Plosoklaten dan Puncu).
Berdasarkan telegram yang dikirim Kepala Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah, E. Kusnidar Abdurochman, kepada Pos Pemantau Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabaupaten Kediri, Selasa (11/9), disebutkan bahwa sejak malam sekitar pukul 23.00 wib status Gunung Kelud meningkat dari Aktif Normal Level I menjadi Waspada Level II.
Pusat Vulkanologi Bandung mencatat terjadi 15 kali gempa vulkanik dalam (VA) pada tanggal 10 Setember 2007. Pusat gempa berada di kedalaman 0,5-5 km, pada pukul 19.00. Gempa kembali terjadi pada tanggal 11 September, selanjutnya terjadi satu kali gempa dengan frekwensi rendah dan 1 gempa tremor.
“Gejala lainnya adalah perubahan warna air di kawah Gunung Kelud yang semula hijau (normal) menjadi kekuningan dan biru. Itu akibat tingginya kandungan gas HCO2 yang meningkat sejak tanggal 27 Agustus 2007,” kata Choirul Huda, petugas pemantau Gunung Kelud.
Menurut Huda, pada tanggal 7 hingga 27 Agustus 2007 suhu kawah 0,04 derajat Celcius. Namun pada tanggal 27 Agustus meningkat menjadi 0,14 derajat Celcius.
“Karena kondisi itu, kami sudah meminta Pemkab kediri untuk menutup kawasan Gunung kelud di radius 8 kilometer. Kami tidak bisa memprediksi apakah jika meletus hanya menyemburkan pasir atau magma dan bebatuan yang berbahaya,” kata Huda. Dwidjo U. Maksum


