Pemerintah Kaji Pembebasan Bea Masuk Komponen Palapa Ring


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan untuk membebaskan bea masuk komponen perangkat keras untuk pembangunan jaringan kabel optik palapa ring. Sebab nilai proyek ini terbilang mahal dan proses pengerjaaannya tergolong rumit.

Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar, mengatakan Konsorsium Palapa Ring telah menyampaikan surat yang isinya meminta pembebasan bea masuk itu. Dalam surat itu, Konsorsium Palapa Ring juga meminta izin untuk diberi lisensi frekuensi broadband wireless access (BWA).

“Ya itu kami kaji dulu,” ujar Basuki di Jakarta hari ini. Namun, konsorsium itu tidak menyebutkan komponen-komponen apa saja yang bea masuknya perlu dibebaskan. Konsorsium itu juga meminta agar permerintah memberikan kemudahan perizinan saat membangun pekerjaan penggalian di daerah.

Palapa Ring adalah proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau 33 provinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Panjang kabel laut proyek ini 35.280 kilo meter dan kabel di daratan sejauh 21.807 km. Total biaya yang diperlukan untuk proyek ini sekitar Rp 3 triliun. Jaringan ini akan berkapasitas 20 giga byte per detik.

Proyek ini akan dikerjakan oleh beberapa operator yang tergabung dalam konsorsium palapa ring, yaitu PT Bakrie Telecom Tbk., PT Exelcomindo Pratama Tbk. (XL), PT. Indosat Tbk., PT Infokom Elektrindo, PT Macca System Infocom, PT Powertek Utama Internusa, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) sebagai pemimpin konsorsium.

Dian Yuliastuti

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X