Dewan Minta Tol Jakarta-Merak Dibenahi

TEMPO Interaktif, Serang: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten meminta pemeritah membenahi jalan tol Jakarta-Merak yang rusak di sana-sini. "Saya heran kenapa sejak 2004 sampai sekarang perbaikan tol belum selesai," kata anggota Komisi Pembangunan dan Keuangan DPRD Banten HM Chosim di Serang.

Sebagai pengguna jasa jalan tol yang hampir setiap hari pulang pergi Tangerang-Serang, dia merasa terganggu dan risih dengan keamanan jalan tersebut. "Saya yakin kondisi ini juga dirasakan pengguna yang lain," katanya.

Berdasarkan pengamatan Tempo, sebagian ruas tol itu memang memprihatinkan. Ruas di kilometer 26 hingga 36, beton cor di dua jalur utama banyak yang rusak. Demikian juga dengan aspal di bahu jalan. Akibatnya, mereka yang lewat kawasan itu harus ekstra hati-hati.

Saat ini aspal dan sejumlah beton di ruas jalan itu memang tampak sedang diperbaiki. Namun, Sugianto, kondektur bus jurusan Balaraja-Kalideres, menuturkan, selama ini perbaikan itu tidak banyak berarti. "Kalau sekarang diperbaiki, besok juga rusak lagi," katanya.

Menurut Sugianto, banyaknya kendaraan berat seperti trailer yang melintas menjadi faktor utama rusaknya jalan tol. Selain merusak jalan, kendaraan berat itu sering menghambat arus lalu lintas karena tidak bisa melaju kencang.

Selain jalannya banyak yang rusak, ruas Jalan Tol Jakarta-Merak juga sering macet. Hal ini khususnya pada hari kerja sejak pukul 09.00-12.00 di kilometer 9,400 hingga 00,00. Jika dari arah Tangerang, butuh waktu sekitar 45 menit menempuh jarak sepanjang sembilan kilometer itu.

Kemacetan di atas terutama disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang melintas dan lamanya antrean kendaraan di mulut tol dalam kota maupun lampu lalu lintas di Tomang, Jakarta Barat.

Zulkifli, juru bicara PT Marga Mandala Sakti selaku pengelola tol Jakarta-Merak mengatakan, saat ini diupayakan mempercepat perbaikan jalan. "Target kami menjelang lebaran ruas tol Merak sudah mulus," katanya. Faidil Akbar