Bank Dunia dan PBB Lacak Aset Koruptor


TEMPO Interaktif, New York: Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa hari ini meluncurkan sebuah inisiatif baru dalam pemberantasan korupsi, terutama di negara-negara berkembang. Namanya Stolen Asset Recovery Initiative (StAR).

Kedua badan dunia itu akan membangun sebuah sistem yang membantu negara-negara berkembang mengembalikan aset mereka yang dicuri atau dikirim ke luar negeri oleh para pemimpin korup, yang nilainya diperkirakan US$ 40 miliar atau Rp 376 triliun per tahun.

"Tak boleh ada surga bagi orang-orang yang mencuri dari kaum miskin," kata Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick saat menyampaikan rencana tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Pejabat Bank Dunia memperkirakan 25 persen produk domestik bruto negara-negara Afrika hilang ditelan korupsi setiap tahun, yang mencapai sekitar Rp 1.400 triliun. Adapun Rp 200-400 triliun habis untuk menyuap para pejabat pemerintah di negara-negara termiskin di dunia itu.

Mantan Menteri Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala, yang membantu mengembalikan aset senilai Rp 4,7 triliun yang digelapkan diktator Nigeria Sani Abacha di Swiss, mengatakan bahwa inisiatif ini akan membantu negara-negara seperti negerinya. "Koruptor akan tahu bahwa setiap uang yang dikirim ke luar akan dikirim kembali ke negara asalnya," katanya.

| THE NEW YORK TIMES | AP | IWANK

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X