Swiss Dukung STAR
TEMPO Interaktif, Berne:Pemerintah Swiss Rabu (19/9)kemarin menyatakan akan mendukung upaya dunia internasional membantu mengembalikan miliaran dolar uang yang ditilep sejumlah pemimpin negara berkembang dan disimpan di sejumlah bank di Swiss.
"Kami bersedia bekerjasama," ujar Menteri Luar Negeri Swiss Micheline Calmy-Rey. Kerjasama itu, kata Calmy-Rey, bisa berbentuk pembekuan aset, restitusi, dan laporan penggunaan uang yang diperoleh dari hasil korupsi.
Pemerintah Swiss juga memastikan bahwa mereka mendukung penuh program yang diberi nama Stolen Asset Recovery Initiative (STAR) atau Prakarsa Pengembalian Aset Curian. Sebuah program kerjasama Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Direktur Jenderal Hukum Internasional Departemen Luar Negeri Swiss Paul R. Seger bahkan mengatakan pihaknya ikut terlibat membuat konsep dasar STAR. "Sangat tepat, dibutuhkan, dan penting," ujarnya mengomentari konsep STAR.
Dalam salah satu dokumen STAR itu juga disebutkan laporan soal mantan presiden Suharto. Presiden yang berkuasa selama 32 tahun itu dikaitkan dengan hilangnya aset Indonesia sebesar US$ 15 hingga 35 miliar (sekitar Rp 141-327 triliun) antara kurun 1967-1998.
Tak heran apabila Bank Dunia dan PBB menempatkan Suharto di urutan teratas daftar penguasa paling korup di dunia.Selain Suharto, dokumen itu juga menempatkan mantan penguasa Filipina, Ferdinand Marcos, dan Mobutu Sese Seko dari Zaire di urutan kedua dan ketiga terbesar sebagai penjarah kekayaan negara.
Tabel di dokumen PBB itu menunjukkan bahwa Marcos menjarah sekitar US$ 5 hingga 10 miliar uang Filipina. Sedangkan Mobutu diduga menyelewengkan sekitar US$ 5 miliar dollar uang negaranya.
| AP | AFP | BBC | DPA | ANDREE PRIYANTO