Pengemis Musiman Merajalela di Bogor


TEMPO Interaktif, Bogor:
Pengemis musiman semakin marak beroperasi di sejumlah jalanan Kota Bogor. Diperkirakan jumlah pengemis ini setiap hari bertambah seiring makin dekatnya Lebaran.

Dari pantauan Tempo selama tiga hari sampai Minggu (23/9), jumlah pengemis di seberang Terminal Baranangsiang jumlahnya menjadi 3 kali lipat. Pada hari biasa pengemis yang beroperasi disini sekitar 5-6 orang, tapi kini jumlahnya 24 orang termasuk anak-anak. Mereka beroperasi di daerah ini sampai pukul 23.00 wib.

Pengemis musiman juga beroperasi di Perempatan Bogor Baru. Anak-anak kecil yang terlihat belum terbiasa mengemis tampak berlalu-lalang, sementara ibunya mengawasi di bawah pepohonan. Pakaian anak-anak itu masih terbilang bersih, karena memang belum terbiasa di jalanan.

Selain beropasi di sejumlah jalanan utama, para pengemis musiman ini beroperasi di sejumlah pusat perbelanjaan. Pengemis yang masih terlihat bersih, misalnya, tampak di sekitar Pasar Bogor, Merdeka, Stasiun Bogor dan Taman Topi. Pengemis lain ada yang beroperasi dari pintu ke pintu di kompleks perumahan.

Bagaimana membedakan para pengemis musiman ini dari mereka yang “profesional”? Inilah beberapa cirinya: pakaiannya terlihat baru disobek dan belum kotor. Wajahnya dan kulitnya masih terlihat bersih. Jika pengemis tersebut seorang ibu muda, biasanya mereka mengendong anaknya. Pakaiannya anaknya pun terlihat lebih bagus di banding anak jalanan umumnya.

Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) Kota Bogor, Farid Wahdi, mengakui banyak pengemis musiman. Jumlah mereka di Bogor makin banyak setelah pemberlakuan Peraturan Daerah ketertiban umum yang dikeluarkan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

“Bisa jadi mereka pengemis yang biasa beroperasi di Jakarta atau daerah lain, karena kami hafal wajah pengemis Bogor,” ujar Farid. Pihaknya berjanji akan melakukan penertiban terhadap para pengemis musiman ini.

Selain berasal dari daerah luar Bogor, ternyata banyak pengemis musiman juga yang berasal dari kabupaten Bogor.

Sabtu pagi, Tempo sempat memergoki sebuah mobil pikap Daihatsu warna putih yang memuat sekitar 30 orang termasuk anak-anak. Pakaian mereka terlihat rombeng, meskipun wajah mereka lebih bersih.

Mobil yang melaju dari arah Ciomas ini berhenti di Pertigaan Pasir Kuda, Kota Bogor. Di sana turun sekitar 7 orang. Kemudian di pertigaan Gunung Batu, turun sekitar 8 orang termasuk anak-anak.

Rupanya mobil yang dikuti Tempo berbalik arah. Mereka kembali menuju Pertigaan Pasir Kuda, lalu menuju arah Cibalagung. Terlihat beberapa orang yang tadi turun dari mobil tersebut sedang meminta-minta ke rumah-rumah yang dilaluinya.

Mobil Daihatsu putih itu ternyata menuju arah Muara, Cikaret. Di sana ternyata sudah menunggu sebuah mobil Carry warna biru, dengan plat nomor tidak jelas.

Di dalam mobil bak itu ada sekitar 10 orang. Kedua sopir terlihat berbincang. Tidak lama kemudian, sekitar 15 orang dari pikap putih naik ke pikap biru, lalu mereka menuju arah Kota Bogor, dan menurunkan pengemis musiman itu di Perumahan Bogor Baru, Pakuan, bantar Jati dan Indra Prasta. Deffan Purnama

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X