Bentrok di Birma, 9 Orang Tewas
TEMPO Interaktif, Yagoon:
Para korban meninggal termasuk delapan pengunjuk rasa dan seorang wartawan APF News, Kenji Nagai, warga negara Jepang. Media pemerintah setempat juga melaporkan, sebelas pengunjuk rasa dan 31 tentara terluka.
Bentrok itu terjadi pada hari ke-10 unjuk rasa yang dipimpin oleh para biksu untuk menentang pemerintah junta militer Birma. Ratusan agamawan Budha itu ditangkap. Pihak militer menyiarkan peringatkan bahwa para demonstran harus membubarkan diri dan pulang atau menghadapi tindakan serius.
Aksi protes lanjutan itu dipicu setelah terdapat sejumlah laporan mengatakan bahwa enam wihara diserbu tentara. Menurut para saksi mata, tentara memecahkan kaca jendela, menghancurkan pintu dan memukuli para biksu yang sedang tidur. Beberapa bikhu Buddha berhasil melarikan diri namun ratusan lainnya ditangkap dan dibawa pergi dengan truk militer.
Dua anggota Liga Nasional bagi Demokrasi, partai yang dipimpin oleh pemimpin pro demokrasi Birma, Aung San Suu Kyi, juga ditahan. Pada tengah hari waktu setempat, ribuan orang tumpah ke jalan-jalan Rangoon dalam tindakan yang tampaknya spontan untuk menentang pemerintah militer.
Mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan meneriaki tentara yang melintas. Tentara kemudian membalasnya dengan melepaskan tembakan.
BBC/Raden Rachmadi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Ngos-ngosan Naik Tangga? Performa Seksual Jelek
- Mendagri Siap Copot Bupati Theddy Tengko
- Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Kredit BJB
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly
- Ngaku Anak Kapolri, Wanita Ini Dipenjara
- Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas
- Tunisia Tahan Amina Tyler, Demonstran Bugil
Berita Utama Dunia
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- Hukuman Rios Montt Dimentahkan Pengadilan Tinggi
- 10 WNI Selamat dari Amukan Tornado di Oklahoma
- Tornado Oklahoma Baru 'Pemanasan' Saja
- Tornado di Oklahoma Mirip Film 'Twister'
- Tornado Hancurkan Oklahoma, 80 Kuda Tersedot
- Benny Wenda: Jakarta Tak Buka Dialog Soal Papua














