Australia Tolak Jenderal Burma Sebagai Ambasador


TEMPO Interaktif, Sydney: Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer hari ini menekankan kembali bahwa pemerintah Australia tak akan menerima anggota junta militer Burma sebagai duta besar di Canberra.

Dia menyatakan telah menyampaikan kepada pemerintah Burma bahwa mereka perlu mengirim pejabat sipil untuk mengisi posisi ambasador itu, menggantikan Brigadir Jenderal Thura U Thet Oo Maung yang mereka calonkan di awal tahun ini.

"Kami tak akan menerima siapapun dari rezim militer di Burma sebagai wakil Burma di Australia -- (unsur militer) itu jelas-jelas tak dapat diterima," kata Downer.

"(Burma) ini rezim yang brutal dan kami telah menyaksikannnya dalam beberapa harui terakhir," katanya.

Australia telah menjatuhkan sanksi ekonomi dan pengetatan visa kepada anggota pemerintah Burma. Total impornya dari Burma pada 2006 diperkirakan US$20 juta, sedangkan ekspornya--terutama gandum--bernilai US$ 34 juta.

Menteri Downer juga mengatakan bahwa jumlah korban meninggal akibat tindakan keras militer Burma terhadap para pengunjuk rasa di Rangon pekan lalu sedikitnya 30 orang, jauh lebih tinggi dari perkiraan resmi.

Perkiraan tidak resmi menyebut 13 orang tewas, tapi junta militer Burma menyebut angka 10 orang meninggal, termasuk wartawan Jepang, Kenji Nagai. Downer menggambarkan tindakan aparat Burma terhadap demonstran prodemokrasi itu sebagai "brutal".

"Kami pikir sedikitnya 30 orang telah terbunuh dan sekitar 1.400 orang telah ditahan," kata Downer kepada wartawan.

AFP | IWANK

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X