Dukung Biksu Myanmar di Facebook


TEMPO Interaktif, London:

Sejak pecahnya aksi biarawan turun ke jalan di Rangoon, Birma, sebuah kelompok menghimpun dukungan terhadap aksi tersebut melalui situs jejaring sosial Facebook. Halaman web mereka dinamakan "Support the Monks Protest in Burma", yang didirikan sejak dua pekan lalu oleh seorang mahasiswa Kanada yang menamakan dirinya Bookbinder. Ia terpanggil melakukan hal itu karena ia sempat melakukan wisata backpacking selama sebulan di Birma.

"Tujuan kami adalah agar mata dunia terus tertuju pada Birma," ujar Johnny Chatterton, salah satu pengurus halaman web yang berlokasi di Inggris itu. Hingga kini halaman itu telah menghimpun lebih dari 110 ribu anggota Facebook lain untuk bergabung. Di situs itu mereka mengumpulkan dan menyediakan berbagai account para saksi mata di Birma, foto-foto dan video, serta laporan dari sumber-sumber lokal.

Kelompok ini melaporkan setidaknya sudah 200 orang tewas dalam aksi kekerasan junta militer dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Birma sendiri membatasi akses jurnalis dan telah menutup penyedia jasa Internet besar BaganNet, koran Myanmar Post, dan Telecom dengan alasan kerusakan kabel bawah laut. Namun, kontak ke Internet masih dapat dilakukan perusahaan-perusahaan besar dan kedutaan, yang memiliki sambungan komunikasi satelit.

AP | ZDNET | DARMA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X