Biksu Kabur Keluar Rangoon
TEMPO Interaktif, Rangoon:Sejumlah biksu Buddha berusaha meninggalkan Rangoon, setelah unjuk rasa anti pemerintah ditindas keras oleh aparat militer. Terlebih Selasa (2/10) malam 25 biksu ditangkapi pasukan keamanan di kota utama Burma itu dalam aksi penggerebekan di sebuah vihara.
Laporan BBC mengungkapkan sejumlah saksi mata melihat biksu-biksu memadati sejumlah stasiun kereta dan stasiun bus di Rangoon. Sementara para supir bis dikatakan menampik mengangkut biksu karena takut akan dilarang junta membeli bensin.
Alhasil, kota Rangoon mencekam. Sejumlah besar aparat keamanan berjaga-jaga dan memperingatkan pengunjuk rasa untuk membubarkan diri. "Kalian sebaiknya tetap di dalam dan jangan keluar rumah!" kata seorang serdadu lewat corong pengeras suara.
Sembari berkeliling kota aparat memperingatkan warga agar tak berulah macam-macam. "Kami menyimpan foto orang-orang yang kami cari. Kami akan tangkap mereka!" ujar petugas mengancam.
Utusan PBB Ibrahim Gambari kini tengah mempersiapkan laporan penting tentang pembicaraannya dengan para pemimpin Burma di tengah kekhawatiran dunia tentang situasi di negara itu.
Gambari bertemu dengan para pimpinan militer untuk menyampaikan kekhawatiran tentang kekerasan dalam menindak unjuk rasa. Dia juga bertemu dengan pemimpin pro demokrasi, Aung San Suu Kyi.
Gambari diperkirakan akan menyerahkan laporan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Dewan Keamanan akhir pekan ini.
| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
Berita Utama Dunia
- Bos IMF Jadi Saksi Diawasi dalam Kasus Arbitrase
- Pemilu Iran, Inilah Profil 8 Calon Presiden
- Jembatan Antar-Pulau di Washington Ambruk
- Pengacara Kirim Petisi ke Pentagon Soal Guantanamo
- Gara-gara Pisang, Guru Ini Diskors
- Cameron: Serangan di London Tak Terkait Islam
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest













