Waspadai Kabut Asap Indralaya-Prabumulih

TEMPO Interaktif, Palembang: Para pemudik ke Sumatera diminta untuk mewaspadai kabut asap di sepanjang jalur Indralaya-Prabumulih. Kabut ini cukup tebal sehingga bisa menganggu pandangan bagi pengendara, terutama pada pagi menjelang siang.

Gubernur Sumatra Selatan Syahrial Oesman mengatakan, jalur tersebut dalam kondisi mulus tanpa hambatan. Pengedara diminta tetap waspada dan menghidupkan lampu kabut. Badan Meteorologi dan Geofisika (MBG) Palembang menidentifikasi suhu permukaan bumi meningkat sehingga terasa sangat panas. Penyebabnya, karena lintasan matahari, saat ini berada di lintang selatan dekat dengan khatulistiwa.

"Kondisi pergerakan matahari berada di lintang selatan ini terjadi dua kali. Pertama pada 23 Maret lalu dan sekarang pada 23 September. Posisi ini yang menyebabkan kondisi menjadi sangat panas," kata kepala seksi observasi BMG Palembang Irdam Latief. "Jangan sampai masyarakat lengah karena kondisi panas yang boleh dibilang ekstrim walau sudah memasuki pancaroba. Semua harus bisa berhati-hati dengan kondisi sekarang".

Panas yang tinggi juga memicu muncul kabut bercampur asap (radiasi) pada pagi hari yang cukup mengganggu pandangan. Hanya saja, jenis kabut radiasi akan mudah hilang dengan sendirinya setelah matahari terbit. Namun, karena bercampur dengan asap pembakaran lahan, kabut menjadi sedikit susah dihilangkan. “Jenis kabut radiasi kalau sudah ada panas matahari sekitar pukul 08.00 WIB hilang. Tapi karena ada juga asap, jadi kondisi hilangnya kabut agak lama tergganggu dengan kecepatan angin," katanya. (ARIF ARDIANSYAH)