Konferensi Perubahan Iklim di Bali Telan Rp 114 Miliar
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyelenggaraan Konferensi Internasional PBB tentang perubahan iklim atau United Nation Framework on Climate Change Conference(UNFCC) di Bali, pertengahan Desember nanti akan menelan anggaran hingga Rp 114 miliar. Biaya konferensi tersebut akan diambilkan dari dana talangan presiden.
"Anggarannya sekitar Rp 114 miliar atau sekitar US$ 30 juta. Karena APBN 2007 sudah disahkan, maka akan diambilan dari dana talangan presiden," kata Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar usai rapat terbatas membahas konferensi tersebut di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin.
Menurut dia, secara hitungan ekonomi, tuan rumah akan tetap diuntungkan dari penyelenggaraan konferensi tersebut. Dia memperkirakan total biaya konferensi tersebut sekitar US$ 70 juta. "Negara akan untung, karena peserta konferensi akan membayar hotel dan makan sendiri," ujarnya. Acara ini akan diikuti delegasi dari 189 negara dengan jumlah peserta mencapai 10 ribu orang.
Secara sederhana, kata Rachmat, konferensi tersebut bertujuan membuat pondasi komitmen global menyediakan dana bagi pelestarian hutan hujan tropis. Donatur utama terdiri dari negara-negara maju.
Dia mengatakan selama acara, pasukan PBB akan ikut mengamankan tempat penyelengaraan konferensi di Nusa Dua Bali. "Kawasan itu akan menjadi UN zone, seperti markas PBB di New york, nanti yang mengamankan baret biru, tapi kedaulatan kita tetap ada," kata Rachmat.
Presiden Yudhoyono, menurut Andi, memberikan pengarahan agar acara tersebut dipersiapkan dengan matang. Dia berharap konferensi tersebut sukses secara penyelenggaran dan dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi. SUTARTO


