Ditemukan Bukti Lagu ”Rasa Sayange” Asli Indonesia


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Solo:Perusahaan Percetakan Negara Lokananta Solo menemukan arsip rekaman lagu ”Rasa Sayange”. Menurut Kepala PPN Lokananta, Roektiningsih, lagu tersebut direkam pada 15 Agustus 1962. ”Sebagai souvenir Asian Games IV di Jakarta,” katanya kepada wartawan, Selasa.

Diketahuinya rekaman tersebut merupakan cidera mata tampak dari sampulnya yang ada tulisannya ”Souvenir from Indonesia, untuk 'the Fourth Asian Games”. Menurut Roektiningsih, lagu itu direkam dan digandakan atas perintah dari Presiden RI waktu itu Ir. Soekarno kepada Menteri Penerangan R. Maladi.

”Pita reel master rekamannya masih ada,” katanya sembari menunjukkan nomor registernya 253.

Dari lagu yang diperdengarkan, penyanyinya lebih dari satu orang. Lagu direkam dalam piringan hitam bersama beberapa lagu lain seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke dan Sengko Sengko Dainang . ”Durasi lagi tersebut selama 2 menit 40 detik,” kata Roektiningsih.

Staf Kementrian Pariwisata, Seni dan Budaya Jordi Pariaman, menemui Kepala PPN Lokananta untuk meminta bukti rekaman tersebut. Jodi mengatakan dengan adanya bukti tersebut, Kementeriannya akan melakukan langkah tertentu terhadap Malaysia yang menggunakan lagu Rasa Sayange sebagai jingle iklan pariwisatanya. Imron Rosyid

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
budaya itu tak bisa dimiliki. tahu kenapa??? nilainya hidup dalam diri setiap orang bukan cuma sebatas rendahan yang anda bilang seperti bentuk dan berwujud seperti batik batik itu ga bisa di miliki suatu pihak karena itu mengisnyaratkan seperti manusia ada motif yang sama tapi tak pernah sama orang yang cuma mengartikan budaya hanya sebuah benda nyata saja ia sebenarnya tak tahu apa2 sebab sebuah budaya terbentuk bersadarkan suatu hubungan yang erat dengan derbagai aspek yang tak dapat dinilai secara spontan jd my malaysia ato indonesia itu cuma rebutan barang yang tak berguna karena yang mereka rebutkan hanya bendanya aja
0
0
biasa jadi maling ngaku kemalingan?! cerita wayang mahabarata dan ramayana yang jelas dari india di klaim jawa sebagai budayanya cerita hindu india di jiplak jawa se olah2 arjuna orang jawa dan ada di jawa.walaupun arjuna masih digambar berhidung mancung berbeda hidung dengan sipembuat wayang. orang jawa itu babu dan kuli yang jadi bos,tuan,majikan ,pemilik itu malaysia masa pembokat mau klaim tuannya?sedangkan uang milik tuannya jawa cuma buruh,kuli upahan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X