Rakyat Israel Tolak Pembagian Yerusalem

TEMPO Interaktif, Yerusalem: Sebuah jajak pendapat yang dilansir hari ini menyebutkan, sebagian besar rakyat Israel menolak pembagian Kota Yerusalem sebagai bagian dari perjanjian perdamaian final dengan Palestina.

Sebanyak 63 persen responden menentang rencana itu, sedangkan 21 persen lainnya mendukung. Poling yang dirilis surat kabar Israel, Yediot Aharonot, itu juga menunjukkan, 68 persen suara menolak jika Yerusalem Timur menjadi wilayah kedaulatan Palestina.

Enam puluh satu persen responden menyatakan Israel-lah yang berhak atas seluruh tempat suci di kota tua Yerusalem. Sedangkan 21 persen setuju jika itu menjadi hak masyarakat internasional dan hanya 16 persen yang mendukung itu menjadi hak bersama Israel dan Palestina.

Isu pembagian Yerusalem ini mencuat menjelang konferensi perdamaian yang diprakarsai Amerika Serikat bulan depan. Gagasan ini dilontarkan pertama kali oleh Wakil Perdana Menteri Israel Chaim Ramon

Israel menguasai Kota Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari 1967. Lalu pada 1980, Knesset (parlemen Israel) mengesahkan undang-undang yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota abadi Israel.

AFP/Faisal Assegaf