Pemimpin Sunni Irak: Jangan Perangi Al-Qaidah
Topik
TEMPO Interaktif, Baghdad: Misi utama militer Amerika Serikat di Irak tampaknya bakal makin berat setelah pemimpin sunni negara itu, Harith al-Dhari, menyerukan agar tidak memerangi Al-Qaidah.
"Mendukung penjajah yang ingin bertahan di Irak dengan cara menumpas Al-Qaidah tidak bisa diterima secara hukum, patriotik, atau akal sehat," kata Dhari, ketua cendekiawan muslim Irak dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Jazirah yang dilansir hari ini.
Namun, kata Dhari, bukan berarti ia mendukung tindakan Al-Qaidah. "Kami menolak gagasan mereka tapi Al-Qaidah tetap bagian dari kami dan kami bagian darinya. 98 persen anggota Al-Qaidah adalah rakyat Irak," ujar Dhari yang mengasingkan diri ke Amman, Yordania ini.
Komandan militer Amerika, Kolonel Robert Menti, memperkirakan 50 ribu rakyat Irak di penjuru negeri telah bergabung dengan 150 satuan penumpas Al-Qaidah. Mereka diberi seragam oranye dan senapan serbua AK-47.
Pihak Al-Qaidah mengancam akan membunuh siapapun yang bergabung dengan misi itu.
AFP/Faisal Assegaf
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Para Peraih Penghargaan Billboard Music Awards
- Angga/Rian Buka Kemenangan Indonesia atas India
- Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang
- Rafa: Suporter Chelsea Sudah Lama Mendukungku
- FOTO: Gereja Bersejarah ini Terlihat Melayang
- Wanita Ini Mengaku Kecantikannya Jadi Bencana
- Film Sampah bagi James Franco
Berita Utama Dunia
- Kena Alzheimer, Nenek Ini Jadi Fasih Omong Prancis
- Rusia Mengaku Sudah Peringatkan CIA di Moskow
- Korea Utara Luncurkan Rudal Jarak Pendek
- PSK yang Disewa Berlusconi Buka Mulut
- Kereta Komuter di AS 'Senggolan', 60 Orang Terluka
- Album Pribadi Tsar Rusia Ditemukan di Museum Kecil
- Rumah Barbie di Berlin Diprotes Aktivis Feminisme













