Penumpang Kereta Api Jurusan Jawa Tengah Menumpuk di Gambir

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengguna jasa angkutan kereta api tujuan Jawa Tengah dan Cirebon menumpuk di stasiun Gambir akibat terjungkalnya Kereta Api Senja Utama jurusan Jakarta-Solo, Jumat (12/9) malam. Namun PT Kereta Api Indonesia telah berupaya mengantisipasinya dengan mengalihkan penumpang ke bus-bus pariwisata.

"Hingga kini sudah dua bus menuju Brebes dan enam bus menuju Cirebon diberangkatkan," kata Wakil Kepala Stasiun Gambir, Ata Sudarta pada Tempo, Sabtu (13/10).

Namun Ata menyatakan PT Kereta Api Indonesia tidak memaksa penumpang untuk beralih ke bus. Hanya saja, menurut Ata, pihaknya belum dapat memastikan kapan kereta menuju Jawa Tengah dapat beroperasi normal.

Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, kereta dari Jawa Tengah yang sudah tiba baru Kereta Api Argo Dwipangga jurusan Jakarta-Solo dan Kereta Api Kamandanu jurusan Jakarta-Semarang. "Kalau kereta dari Cirebon total tidak ada yang masuk ke stasiun Gambir. Sedang kereta lain terlambat," kata Ata.

Petugas keamanan stasiun Gambir, Sugiyono mengatakan penumpukan penumpang ke arah Jawa Tengah sudah berlangsung sejak pagi. "Banyak penumpang menunggu sejak pukul 5.00 pagi dengan beralaskan koran," katanya.

Seorang penumpang kereta ke Cirebon, Cici (35) mengatakan ia seharusnya berangkat pukul 9.00 WIB. Namun hingga sore hari, ia masih menunggu di stasiun Gambir.

Suasana pengalihan penumpang juga terlihat tidak lancar. Pasalnya petugas yang mengkoordinir penumpang tidak dapat memprioritaskan penumpang mana yang seharusnya berangkat lebih awal. Misalnya, banyak penumpang dengan tiket kereta pagi yang disamakan dengan pemegang tiket siang. Hasilnya mereka terpaksa harus terus menunggu.
Banyak penumpang yang protes namun petugas tetap tidak mengecek dengan teliti waktu keberangkatan dalam tiket.

Seperti diberitakan, empat gerbong Kereta Api Senja Utama 116 jurusan Jakarta-Solo anjlok Jumat (12/10) pukul 23.20 WIB. Kereta Senja Utama tujuan Solo ini anjlok di dekat Stasiun Telaga Sari, Indramayu.

Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi III Cirebon, Suhartono mengatakan, kemungkinan besar as roda patah sebagai penyebab anjloknya kereta api itu.


BUDI SAIFUL HARIS