Tarif Penerbangan Haji Garuda Mahal Karena Dicarter
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru bicara PT Garuda Indonesia, Pudjobroto mengatakan besaran tarif penerbangan haji tidak diputuskan oleh Garuda saja. Tapi hal itu merupakan kesepakatan panitia kerja yang terdiri dari Departemen Agama, Komisi VIII DPR-RI, dan operator yaitu Garuda dan Saudi Arabian Airlines
Menurut Pudjo, Garuda hanya mengajukan kalkulasi tarif setelah menelaah spesifikasi yang diminta Departemen Agama. "Garuda dan Saudi Arabian Airlines selaku pihak yang ditunjuk berarti mendapat spesifikasi yang diharapkan Departemen Agama," kata dia kepada Tempo, Senin pagi.
Perhitungan tarif itu berdasarkan pada jumlah embarkasi, jenis pesawat, layanan aviasi, tempo waktu yang diberikan pemerintah Saudi, dan harga bahan bakar. "Yang harus diingat, kan Garuda menggunakan sistem carter dalam mengangkut jemaah haji," kata Pudjobroto.
Ia menanggapi kritik dan permintaan Menteri Agama Maftuh Basyuni agar Garuda mengkaji tarif penerbangan haji yang selalu naik tiap tahun sehingga membebani jemaah. Maftuh menilai komponen biaya penerbangan haji saat ini sudah terlalu tinggi. Sebab, jumlahnya hampir menyamai biaya hidup jemaah selama dua pekan di Arab Saudi. Shinta Eka P.


