Jilbab Dilarang di Bandara
TEMPO Interaktif, Canberra:Pemerintah Australia tengah mempertimbangkan untuk melarang pemakaian jilbab di seluruh bandar udara di Australia. Rencana itu terungkap Senin (15/10) kemarin sebagaimana dilansir harian The Herald Sun.
Larangan berlaku juga untuk cadar, kerudung, dan pakaian sejenisnya. Menurut harian The Daily Telegraph kebijakan itu kini sedang dikaji oleh Menteri Imigrasi Kevin Andrews bersama dengan jajaran keamanan bandara.
Namun seorang juru bicara Departemen Imigrasi Australia membantah adanya rencana penerapan aturan baru itu. "Saya katakan kami tak sedang menggodok peraturan semacam itu," tuturnya sebagaimana dikutip kantor berita AAP.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa dia tak yakin peraturan itu sedang dikaji departemen manapun. "Saya tak percaya pemerintah sedang membahas proposal semacam itu," katanya. "Rasanya tak satu departemen pun."
Wajar jika pemerintah Negeri Kanguru itu berkelit. Maklum kebijakan yang sama di sejumlah negara sempat menuai kritikan dan protes. Di Prancis larangan serupa menuai protes pada 2004.
Saat itu pemerintah di sana melarang pemakaian jilbab di sekolah-sekolah. Aturan itu terang membuat murka warga Prancis yang menganut Islam di Negeri Pusat Mode Dunia itu.
Mungkinkah Australia menerapkan aturan yang ditengarai bakal menuai protes dan kecaman itu?
| AAP | THE DAILY TELEGRAPH | ANDREE PRIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
Berita Utama Dunia
- Bos IMF Jadi Saksi Diawasi dalam Kasus Arbitrase
- Pemilu Iran, Inilah Profil 8 Calon Presiden
- Jembatan Antar-Pulau di Washington Ambruk
- Pengacara Kirim Petisi ke Pentagon Soal Guantanamo
- Gara-gara Pisang, Guru Ini Diskors
- Cameron: Serangan di London Tak Terkait Islam
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest













