Topik
Negara Tujuan Ekspor Akan Diperluas
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah berencana memperluas negara tujuan ekspor. Salah satunya karena prediksi perlambatan ekonomi dunia yang akan mempengaruhi permintaan produk ekspor dari Indonesia.
"Tiga pasar ekspor selama ini adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Ketiganya penyumbang ekonomi dunia. Itu sebabnya kita harus diversifikasi ke pasar yang tidak terpengaruh pertumbuhannya seperti di Asia, misalnya Cina yang sedang booming," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu kemarin di Jakarta.
Untuk mewujudkannya, dia menegaskan perlunya industri nasional untuk menjaga daya saing produk. "Industri nasional juga harus dilindungi lewat hak cipta dan pendaftaran merek," katanya.
Sebagai catatan, dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekspor telah mencapai 15,9 persen. Tahun lalu ekspor nonmigas telah tembus US$10 miliar dengan pertumbuhan 17,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Secara khusus, Mari menilai dampak kenaikan harga minyak mentah dunia akan berbeda bagi tiap industri. "Misalnya tiap harga minyak naik, harga plastik ikut naik. Jadi harus dilihat tiap industri," tuturnya.
Menurut dia, pemerintah belum akan mengantisipasi dalam menghadapi lonjakan harga minyak ini. "Kami belum selesai exercise itu (langkah antisipasi). Produsen tentunya efisiensi di biaya lain karena ada biaya energi yang naik," ujar Mari menjelaskan.
Bahkan, menurut dia, sejak kenaikan bahan bakar minyak pada 2005, banyak perusahaan sudah mengalihkan penggunaan energi ke batu bara.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta produktivitas minyak dan gas nasional untuk terus ditingkatkan. "Hidup juga harus lebih hemat, melakukan diversifikasi energi dan tidak hanya (bergantung pada bahan bakar) dari fosil," ucapnya.
l RR ARIYANI