Netralitas Pimpinan KPU Dipertanyakan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Koordinator Jaringan Pemantau Seleksi Calon Penyelenggara Pemilu Jeirry Sumampow mempertanyakan independensi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) terpilih Abdul Hafiz Anshary.

Sebab, Hafiz pernah dicalonkan sebagai wakil gubernur Kalimantan Selatan dalam pemilihan kepala daerah 2005 oleh Partai Golkar. "Kenapa anggota KPU tidak memilih nama lain yang integritasnya tidak dipertanyakan?" katanya kepada Tempo.

Hafiz terpilih sebagai Ketua KPU beberapa jam setelah presiden melantik enam anggota KPU. Proses pemilihan ketua yang belangsung cepat tersebut, menurut Jeirry, sangat mencurigakan. "Bisa jadi ini pesanan partai politik," katanya.

Meski telah lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Pemerintahan DPR, kata dia, tidak otomatis para anggota KPU, termasuk ketuanya, bersih dari partai politik. "Kalau orang seperti Syamsul Bahri yang terlibat korupsi saja bisa diloloskan, apalagi yang hanya memiliki hubungan dengan partai politik," katanya. Dwi Riyanto Agustiar