Pertamina Kerja Sama dengan Qatar Petroleum


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero), Wintershall Holding AG (perusahaan Jerman), Cosmo Energy & Development Ltd. (perusahaan Jepang) menandatangani perjanjian kerja sama eksplorasi dan produksi dengan Qatar Petroleum.

Kerja sama eskplorasi dan produksi itu untuk lapangan Qatar Offshore blok 3. Lapangan tersebut terletak di lepas pantai sebelah utara dari area Al-Ruwais, masih dalam batas teritorial laut Qatar, dengan luas 1666 km persegi di Area Blok 3.

Deputi Perdana Menteri dan Menteri Energi & Industri Qatar, H.E Abdullah Bin Hamad Al-Attiyah mengatakan, perjanjian kerja sama ini merupakan bagian dari rencana Qatar Petroleum untuk meningkatkan cadangan hidrokarbon dan meningkatkan produksi minyak dan gas. "Sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian Qatar,” katanya dalam rilis Pertamina, Kamis (25/10).

Penandatanganan perjanjian yang berlangsung di Doha, Qatar, 24 Oktober lalu. Pihak-pihak yang menandatangani perjanjian antara lain member of the board E&P Wintershall Holding AG Ties Tiessen, Senior Managing Director Cosmo Energy Exploration & Development Ltd. Hideo Matsushita, dan Senior Vice President Hulu Pertamina Sukusen Sumarinda.

Perjanjian ini terdiri dari lima tahun pertama untuk tahap eksplorasi. Wintershall AG, Cosmo Energy dan Pertamina bersama Qatar Petroleum melaksanakan program kerja seperti evaluasi teknis, pengolahan ulang data seismic, survey seismic dua dimensi dan dimensi, serta pengeboran eksplorasi. Setelah itu, pengembangan hidrokarbon akan dilaksanakan. Semua operasi dan penelitan terkait akan diimplementasikan di bawah pengawasan Qatar Petroleum.

Selain penandatangan kerja sama Blok 3, Qatar Petroleum sedang mengintensifkan usaha eksplorasi untuk mencari dan menemukan lapangan minyak dan gas bumi baru. Qatar Petroleum menyatakan minatnya untuk bekerja sama ekplorasi dan produksi dalam proyek mendatang.

Wintershall Holding AG memiliki 40 persen saham dan akan bertindak selaku operator, Cosmo Energy & Development Ltd. mempunyai 35 persen saham, sedangkan Pertamina memiliki 25 persen saham.

Nieke Indrietta

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X