Presiden Yudhoyono Cemas Harga Minyak Tembus US$ 100 per Barel


TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ekonomi dunia menghadapi kekhawatiran jika harga minyak mencapai US$ 100 per barel. Kenaikan harga minyak akhir-akhir ini pun akan mengganggu kebijakan anggaran sosial dan ekonomi dari seluruh negara-negara yang tergantung dari minyak.

"Kekhawatiran terbesar kita adalah harga minyak mencapai US$ 100 per barel yang sebelumnya belum pernah terjadi. Namun apapun yang terjadi, jelas ekonomi dunia harus persiapkan diri menghadapi masa-masa yang lebih sulit," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (30/10), saat membuka Konferensi dan Pameran Minyak dan GAS Asia Pasific, di Balai Sidang Jakarta.

Dia mengatakan pemerintah berharap lebih banyak lagi investasi masuk dalam bidang sumber daya energi. Untuk menarik investasi, pemerintah telah mengembangkan paket insentif inventasi dan menerbitkan kebijakan fiskal yang hati-hati. "Kita juga mencari cara untuk menyelesaikan masalah perpajakan dalam investasi minyak dan gas," ujar dia.

Pada peserta konferensi dan pameran Migas, Yudhoyono menyampaikan prospek bisnis Migas di Indonesia masih bagus. Cadangan minyak Indonesia saat ini mencapai 9,1 juta barel, meningkat 5,5 persen sejak 2005. Sedangkan cadangan gas pada 2006 sekitar 187 triliun kaki kubik. Pemerintah baru saja mengumumkan penawaran 26 blok area baru pada kontraktor. "Saya yakin akan banyak yang tertarik," ujar dia.

SUTARTO/NIEKE

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X