Lonjakan Harga Minyak Bisa Picu Inflasi
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia memperkirakan kenaikan harga minyak dunia selain mengancam pertumbuhan ekonomi tahun depan, juga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.
Hasil kajian Bank Indonesia menunjukkan inflasi 2008 berpotensi berada di atas sasaran awal 5 plus minus 1 persen. Pada simulasi dengan asumsi harga minyak 75 dolar AS per barel, inflasi bakal bertengger di posisi 6,4 persen.
Jika harga minyak terus menanjak, kata Deputi Gubernur Senior Miranda S. Goeltom, inflasi dunia akan tertekan.
"Tapi, karena kita negara penghasil minyak, first round impact-nya tidak akan terasa karena masih ada surplus di dalam negeri," kata Miranda dalam diskusi "Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Mendukung Peningkatan Kegiatan Sektor Riil" di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10).
Namun, Miranda mengingatkan, efek kelanjutan dari inflasi global itu akan menyebabkan barang impor lebih mahal. Meski hal itu bukan satu-satunya penyumbang inflasi, "Itu bisa memberi salah satu sumbangan inflasi."
AGOENG WIJAYA
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
- Dugaan Korupsi Rp 700 Miliar, Menteri Nuh: Saya Pelajari
- Awak Pesawat Amerika Diizinkan Menginap di Aceh













