Bus Militer Diserang Bom


TEMPO Interaktif, Sarghoda:Sedikitnya delapan orang tewas dan selusinan lainnya luka-luka dalam sebuah serangan bom bunuh diri kemarin di Sarghoda, Pakistan, kemarin. Pelaku menabrakkan motornya yang sarat bahan peledak itu ke sebuah bus milik Angkatan Udara Pakistan.

"Bus itu mengangkut perwira pelatih penerbang," kata juru bicara Departemen Dalam Negeri Pakistan Brigadir Jenderal Javed Cheema. Kata dia dalam serangan di distrik utama Provinsi Punjab itu ikut lebih 40 orang luka-luka termasuk sejumlah bocah.

Juru Bicara Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Mayor Jenderal Wahid Arshad kepada AFP mengatakan kedelapan perwira yang tewas itu adalah perwira pemimpin skuadron, dua awak pesawat, dan lima perwira pelatih.

"Jelas ini serangan teroris," tutur Jenderal Arshad. Maklum di wilayah inilah markas besar Angkatan Udara Pakistan bernaung. Di sisi lain menurut dia, para serdadunya berhasil menumpas para milisi di wilayah barat laut Pakistan.

Arshad memastikan ada sekitar 70 milisi yang tewas dalam serangan di wilayah perbatasan antara Pakistan dengan Afganistan itu. "Begitu laporan yang kami terima dari polisi," katanya. Pekan lalu Pakistan menerjunkan 2.500 serdadunya ke sekitar perbatasan.

Sehari setelah pasukan disebar, konvoi serdadu paramiliter disergap bom bunuh diri yang menewaskan 30 jiwa. Sejak itu serangan bunuh diri kian gencar. Terbaru adalah serangan ke bus milik Angkatan Udara di Sarghoda itu.

Presiden Pakistan Pervez Musharraf juga tak luput dari incaran bom bunuh diri. Dua hari sebelumnya markas militer Pakistan, di Rawalpindi, yang berisi markas angkatan darat, dan kantor Presiden Musharraf, diterjang bom bunuh diri.

Terlebih kini Jenderal Musharraf, yang berkuasa selama sembilan tahun itu, tengah menanti keputusan sidang Mahkamah Agung seputar sah tidaknya Sang Jenderal untuk menduduki kursi kepresidenan pascapemilihan pada 6 Oktober lalu.

Mahkamah Agung kemarin menyatakan belum bisa mengambil keputusan pada akhir pekan ini. "Pembahasan secara hukum molor di luar perkiraan kami," kata Hakim Agung Javed Ikbal. Dia memperkirakan keputusan baru akan keluar pada 14 November.

| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X