indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

MUI: Ada 9 Aliran Sesat


TEMPO Interaktif, Jakarta:Majelis Ulama Indonesia menyatakan telah mengeluarkan daftar sembilan aliran kepercayaan yang dianggap menyesatkan.

“Kami mengeluarkan sudah lama, sejak 1989,” kata Ketua MUI Ihwan Syam dalam jumpa pers di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (2/11).

Sembilan aliran yang dianggap menyesatkan itu antara lain Islam Jamaah, Ahmadiyah, Ikrar Sunah, Qur'an Suci, Sholat Dua Bahasa, dan Lia Eden. Selain aliran yang bergerak di level nasional, lanjut Ihwan, masih banyak yang bergerak di tingkat lokal.

Wakil Presiden, kata Ihwan, bertanya kepada MUI mengapa aliran-aliran yang dianggap sesat terjadi berulang-ulang.

Ihwan meminta pengawas aliran kepercayaan masyarakat, Kejaksaan Agung, lebih proaktif mengkaji kemungkinan-kemungkinan munculnya aliran sesat. “Supaya ada pekerjaan intelijennya, diamati karena (aliran sesat) tidak muncul dengan dengan tiba-tiba,” kata Ihwan.

Dalam kesempatan itu Ketua Komisi Fatwa MUI Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa Al Qiyadah dianggap menyesatkan karena telah menyimpang dari paham yang sudah disepakati oleh seluruh ulama.

Menurut ajaran Islam, kata dia, tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW. “Begitu Nabi Muhammad, stop. Sekarang ada rasul lagi, itu SK (surat keputusan)nya sudah nggak ada,” kaat Ma'ruf disambut tawa wartawan.

Penyimpangan aliran, kata Ma'ruf, berbeda dengan perbedaan pendapat. Menurutnya, masyarakat bingung antara perbedaan pendapat dan penyimpangan. Karenanya masalah-masalah seperti ini akan dirumuskan dalam rapat kerja nasional Majelis yang akan dimulai pada 5 November nanti.

Menurut Ma'ruf, Kalla juga mengharapkan majelis untuk menyoroti dakwah lebih khusus. “Jangan sampai banyak aliran yang menyimpang. Para ulama juga diminta untuk berinstrospeksi kenapa ada aliran sesat itu,” kata Ma'ruf. (FANNY FEBIANA)