Topik
Mensos: Pengungsian Warga Kelud Perlu Dipaksakan
TEMPO Interaktif, Kuta:Menyusul situasi Gunung Kelud yang kian kritis, Menteri Sosial Bachtiar Hamzah meminta pengungsian warga lebih diintensifkan.
“Kalau selama ini hanya imbauan-imbauan saja mungkin harus dengan sedikit paksaan,” tegasnya usai melantik Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bali, NTB dan NTT di Kuta, Bali, Sabtu.
Menurut Bachtiar, tanda-tanda akan meledaknya gunung itu secara ilmiah sudah makin kelihatan. Seperti naiknya suhu air danau hingga 39 derajat celcius serta gempa kecil yang makin sering. Dalam situasi itu, tidak ada pilihan lain kecuali mengungsikan warga, khususnya orang tua, anak-anak dan mereka yang sakit.
“Nyawa itu lebih penting. Kalau nanti banyak yang meninggal, pemerintah lagi yang disalahkan,” tegasnya menanggapi masih adanya sebagian warga yang menolak.
Dia memaklumi, hidup di pengungsian merupakan hal yang sangat berat. Sebab, mereka harus tidur di tenda atau di sekolah-sekolah dengan fasilitas seadanya. “Kalau suami tak bisa bertemu istrinya 2 minggu saja pasti sudah pusing kepalanya,” tegasnya.
Namun daripada mempertaruhkan nyawa, menurutnya, pilihan itulah yang harus diambil. “Kami berusaha untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya meskipun tidak mungkin sama dengan kondisi normal,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.
Untuk membantu pengungsian Gunung Kelud , Depsos telah mengerahkan 1.000 Tagana dari DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka ditempatkan di Kediri dan Blitar. Jumlah Tagana bisa ditambah dengan personil dari daerah-daerah lain di Indonesia tergantung kebutuhan. Saat ini sudah ada 20.000 Tagana yang telah mendapat pelatihan untuk menangani situasi bencana. Rofiqi Hasan