Gelar Pahlawan Nasional untuk AK Gani, Ide Anak Agung Gde Agung, Moestopo, Slamet Riyadi

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memberi gelar Pahlawan Nasional kepada empat pejuang kemerdekaan Indonesia yakni Adnan Kapau Gani, Ide Anak Agung Gde Agung, Dr Moestopo, dan Ignatius Slamet Riyadi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeluarkan surat keputusan tentang pemberian gelar pahlawan nasional itu pada Jumat (9/11).

Pemberian gelar kepahlawanan itu atas usulan masyarakat yang diteruskan ke tingkat kabupaten, kota, provinsi, Departemen Sosial, Badan Pembina Pahlawan Pusat, dan akhirnya disetujui presiden.

Almarhum Mayor Jenderal dr.Adnan Kapau Gani berjasa atas perjuangannya melawan penjajahan Jepang di organisasi Partindo, Indonesia Muda, Gerindo, GAPI dan PNI. Ia aktif memasang bendera merah putih, spanduk dan poster di Palembang untuk membangkitkan semangat rakyat memperjuangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pemuda asal Sumatera Selatan ini pernah menjabat sebagai koordinator Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Wakil Menteri Pertahanan wilayah Sumatera. Gani yang telah mendapat anugerah Bintang Mahaputera Adipradana di tahun 1995 juga dikenal atas jasanya membangun fasilitas pendidikan tinggi, infrastruktur dan industri di Sumatera Selatan.

Almarhum Ide Anak Agung Gde Agung berjasa dalam perjuangan politik Indonesia ke Konferensi Meja Bundar di DenHaag, Belanda. Perundingan itu menjadi penting bagi Indonesia. karena Belanda menyerahkan kedaulatan dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya. Ide Anak Agung Gde Agung telah memperoleh bintang mahaputera adipradana pada Agustus 1995.

Adapun almarhum Mayor Jenderal Dr. Moestopo dari Jawa timur memperoleh gelar pahlawan nasional dan bintang mahaputera adipradana tahun ini atas jasanya memimpin pasukan melawan sekutu yang mendarat di Surabaya. Ia melakukan aksi massa ke pusat komunikasi komando pertahanan Jawa Timur dan berseru kepda rakyat Surabaya untuk menghadapi kedatangan pasukan Inggris dan NICA.

Almarhum Brigadir Jenderal Ignatius Slamet Riyadi dari Jawa Tengah memperoleh gelar kepahlawanan dan bintang mahaputera adipradana tahun ini atas perjuangannya mempertahankan kemerdekaan, memimpin pemuda melawan agresi militer belanda. Slamet Riyadi juga menghadapi penumpasan PKI di Madiun, APRA di Sulawesi dan pemberontakan RMS di Ambon.

Amandra Mustika Megarani