Pusat Konservasi Penyu Hijau Kurang Perhatian

TEMPO Interaktif, Tasikmalaya:Pusat Konservasi Penyu Hijau, Sisik serta Lekang seluas 90 hektare di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dinilai minim perhatian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut salah seorang petugas Pusat Konservasi Penyu Hijau Jawa Barat, Hendri, kawasan yang dia urus tak memiliki fasilitas yang memadai. Tempat pengembangbiakan penyu serta kolam penampungan yang dia urus tidak dilengkapi dengan penyejuk ruangan dan alat sirkulasi udara. Juga tak ada pipa untuk mengambil air laut secara langsung diarahkan ke tempat penangkaran.

Selain itu sejak tahun 1980, tempat penangkaran ini juga belum pernah direhabilitasi oleh pemerintah provinsi. "Walapun sempat dijanjikan bangunan akan direhabilitasi total tahun 2007, tapi realisasinya sampai sekarang belum terbukti,” ujar Hendri.

Selain minimnya peralatan,lanjut Hendri, pusat konservasi penyu hijau yang setiap tiga bulan melepas 500-3.000 penyu ke laut ini juga masih sering kekurangan makanan untuk pembibitan penyu hijau sebelum dilepas ke laut. Mereka hanya menerima Rp 150 ribu setiap bulan untuk makanan penyu. "Untuk menyiasati kekurangan makanan, kami memberikan ikan-ikan kecil dan agar-agar," ungkapnya.

Ia pun mengharapkan pemerintah provinsi turun tangan.

Alwan Ridha R