US$ 2,5 Triliun Banjiri Pasar Negara Berkembang
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Chief Investment Strategist Standard Charterred Bank, Lim Say Boon mengatakan, dana investor yang berasal dari negara maju sebesar US$ 2,5 triliun membanjiri pasar finansial negara-negara berkembang, sejak terjadinya krisis subprime mortgage dan pelonjakan harga minyak dunia.
"Dana-dana itu masuk ke pasar keuangan Cina, India, dan Indonesia," kata Lim dalam presentasi seminar Wealth Management di Jakarta, Senin (12/11)
Membanjirnya dana asing itu, menurut dia, disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terjadinya resesi ekonomi di negara-negara maju akibat krisis kredit perumahan di Amerika dan melonjaknya harga minyak dunia.
Selain itu, dia melanjutkan, keputusan bank sentral Amerika (The Fed) menurunkan bunga ke level 4,5 persen, membuat investor di pasar finansial mencari negara lain yang pertumbuhannya tinggi.
Emerging market seperti Cina, India, dan Indonesia, menurut Lim, masih mungkin untuk tumbuh karena grafik transaksinya terus meningkat. "Sementara, level konsumsinya pun terus naik," katanya.
l EKO NOPIANSYAH
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung













