Pemerintah Lelang Pembelian Kembali SUN


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah besok akan melakukan lelang pembelian kembali surat utang negara (SUN) dengan cara penukaran (debt switch). Lelang akan dilakukan melalui MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System) trading paltform.

"Seri-seri obligasi negara yang dapat ditawarkan oleh pemegang obligasi negara (source bond) adalah 21 seri obligasi negara yang jatuh tempo antara 1 Januari 2008-31 Desember 2012," ujar Kepala Biro Humas Depkeu Samsuar Said dalam keterangan persnya, Senin (12/11).

Namun, kata dia, tidak termasuk seri ORI001, ORI002, ORI003, ZC0001, ZC0002 dan FR0023.

Adapun, obligasi negara penukar (destination bond) yang ditawarkan pemerintah adalah seri FR0048 yang jatuh tempo pada 15 September 2018 dengan tingkat bunga 9 persen. Harga penawaran seri FR0048 adalah 94 persen. Bunga berjalan per unit obligasi seri FR0023 pada saat settlement sebesar Rp 15.330.

Pemegang semua seri obligasi negara yang ditawarkan dapat mengikuti lelang. Namun, dalam pelaksanaannya harus dilakukan melalui dealer utama yang ditunjuk pemerintah.

Dealer utama yang ditunjuk adalah Citibank, Deutsche Bank, Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, Bank Mandiri, BII, Bank Lippo, Bank Panin, HSBC, Bank Permata, Standard Chartered Bank, JP Morgan, Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah Securitas.

Harga penawaran dinyatakan dalam harga bersih (clean price) dengan satuan harga dalam bentuk persentase sampai dua desimal dan kelipatan 0,05 persen. Volume penawaran minimum adalah Rp 1 miliar atau seribu unit dan kelipatannya.

Setelmen akan dilaksanakan dengan sistem BI-SSSS (Bank Indonesia - Scriples Securities Settelemnt System) pada 16 November 2007. Setelmen dilakukan dengan mentransfer source bond ke pemerintah dan menerima destination bond dari pemerintah.

Gunanto ES

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X