Sertifikasi Ulang Flu Burung Ditanggapi Dingin
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sertifikasi ulang untuk unggas di Jakarta Selatan ditanggapi dingin oleh masyarakat. Tidak ada pemilik unggas yang datang sendiri ke kelurahan/kecamatan untuk memperbaharui sertifikat unggasnya.
Akibatnya, kata Kepala Sie Kesehatan Hewan dan Veteriner Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (P2K) Jakarta Selatan, Eko Henry Wicaksono, petugas harus mengunjungi rumah pemilik unggas satu per satu. "Tapi jarang warga yang mau membuka pintu," kata dia hari ini.
Eko menyatakan petugas lapangan kewalahan karena reaksi masyarakat yang dingin itu. Apalagi petugas sertifikasi unggas tidak banyak. Total petugas di Jakarta Selatan berjumlah 50 orang, yaitu 10 petugas dari kecamatan dan 40 petugas dari Suku Dinas Kesehatan.
Kondisi itu berbeda dengan proses sertifikasi yang pertama periode Febuari-April lalu. Menurut Eko, saat itu masyarakat menanggapi dengan positif. Mereka proaktif mendaftarkan unggasnya ke kelurahan/kecamatan untuk mendapatkan sertifikat bebas flu burung. Dari sertifikasi kesatu itu, telah berhasil dikeluarkan sekitar 10 ribu sertifikat bagi pemilik unggas. Tiap pemilik unggas, kata dia, rata-rata memiliki 2-15 ekor unggas.
Muhammad Nur Rochmi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Metro
- Rugi, 16 Rumah Sakit Mundur dari KJS
- Takut Tak Lulus Ujian Nasional, Fanny Gantung Diri
- Jokowi Lantik Wali Kota Jakarta Barat Hari Ini
- Operasi Preman, Anak Gadis Punk Kecebur Got
- Ahok Bahas Kenaikan Bayaran Guru Honorer
- Cegah Banjir, Wali Kota Jaksel Andalkan 5 Waduk
- Kamis Ini, Komnas HAM Panggil Jokowi













