Warga Tutup Akses Bahan Baku PT Semen Padang

TEMPO Interaktif, Padang:Belasan warga Kaum Buchari dari Suku Panjang di Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat, menutup jalan masuk ke sumber bahan baku kapur PT Semen Padang di Bukit Karang Putih Indarung, Kamis (15/11) pagi.

Mereka meletakkan ranting-ranting pohon dan batu di ruas jalan, sehingga truk pengangkut kapur dan BBM dari Semen Padang tidak bisa lewat.

Aksi ini dilakukan warga Kaum Buchari karena ingin meminta kompensasi atas pemakaian tanah ulayat mereka oleh PT Semen Padang. Tanah ulayat itu seluas 6.244 meter persegi kini dijadikan jalan masuk oleh PT Semen Padang ke areal penambangan batu kapur.

Syamsinar, 51 tahun, pewaris tanah ulayat Suku Panjang, mengatakan sebelumnya perusahaan sudah pernah berjanji pada keluarganya untuk memberi kompensasi atas tanah kaumnya yang telah dijadikan jalan sejak 1978, namun janji itu tidak pernah terwujud.

"Akhirnya kami terpaksa menutup akses jalan yang membawa alat berat dan bahan baku semen lewat di tempat kami, karena ini tanah kami, kami punya bukti girik bahwa tanah ini milik ulayat," katanya.

Pemblokiran itu akhirnya dibuka aparat dari Poltabes Padang sehingga truk yang mengangkut BBM dan batu kapur ke pabrik Semen Padang bisa lewat. Kepala Biro Hukum PT Semen Padang Hamdan Kanun mengatakan akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Menurutnya, Semen Padang telah mengantongi sertifikat hak pakai atas tanah yang diklaim warga sejak 2006.

"Tanah itu adalah tanah negara, jadi harusnya warga tahu aturan hukum," katanya. Ia mengatakan bila warga tetap melanjutkan aksinya, pihaknya akan meminta polisi untuk menyelesaikan secara hukum.

Febrianti