Kerikil dalam Dialog Xanana Gusmao dan Tentara Petisi


TEMPO Interaktif, Dili: Dialog antara Perdana Menteri Xanana Gusmao dan kelompok tentara petisi Timor Leste, pimpinan Salsinha Gastao kemarin di sub Distrik Aileu, 250 kilometer dari kota Dili gagal. Pasalnya 501 anggota tentara petisi absen.

Semula, dialog yang digelar hingga hari ini buat mencari solusi penyelesaian mereka sebagai agenda penting pemerintah. Tapi Xanana cuma bertemu 15 tentara diantaranya mantan Mayor Tara.

Tentara petisi pimpinan Salsinha Gastao adalah pecahan tentara Timor Leste yang mengajukan petisi tahun 2005 yang berujung krisis politik dan militer tahun lalu.

Pimpinan tentara petisi, Salsinha Gastao mengatakan mereka tidak menghadiri dialog tersebut
karena, mantan Mayor Tara bukan seorang tentara petisi. Mayor Tara bersama 15 pengikutnya keluar dari Markas setelah terjadinya krisis politik dan militer.

“Kalau Mayor Tara mengatasnamakan tentara petisi, saya sangat tidak setuju, karena dia bukan tentara petisi, tapi hanya ikut-ikutan keluar dari Markas Institusi tentara Timor Leste,”kata Gastao.

Ditambahkan Gastao, “Mantan Mayor Tara sudah terlibat dalam partai politik, sehingga tidak pantas lagi membicarakan soal masalah tentara petisi. Kini dia (Tara) masuk Partai Sosial
Demokrat (PSD) pimpinan Mario Viegas Carrascalao”.

Di sisi lain, Mayor Tara mengaku bahwa dialog antara Perdana Menteri dan tentara petisi gagal karena kurang komunikasi. Dia juga mengaku dirinya sekarang bukan lagi seorang tentara melainkan menjadi politikus.

Namun, tetap memberikan dukungan kepada tentara petisi dan pemerintah Xanana Gusmao untuk menyelsaikan masalah ini secara tuntas. “Karena
masalah tentara petisi adalah masalah kita semua. Semua warga Timor Leste harus memberikan kontribusinya kepada negara dalam penyelesaian masalah petisioner termasuk masalah Reinado,”ujar Tara.

Jose Sarito Amaral (Dili)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X