Kalla : Orang Partai Jangan Takut Pada KPK


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Jusuf Kalla mengatakan bahwa peran orang-orang partai dalam upaya pencegahan korupsi sangat penting. "Komisi Pemberantasan Korupsi itu lahir dari tangan orang-orang partai seperti Golkar," kata Kalla pada Acara Diskusi dan Saresehan dengan Partai Gollkar di Hotel Bidakara, Selasa malam (20/11).

Karena itulah Kalla berpesan bahwa tidak sepatutnya orang-orang partai justru ketakutan dengan apa yang sebelumnya mereka prakarsai. “Singkronisasi inilah yang harus dimunculkan partai, sehingga penegakan korupsi bisa konsisten dilakukan.”

Kalla meminta agar Dewan juga tidak merasa takut dengan setiap langkah yang dilakukan KPK, sejauh upaya-upaya itu untuk penegakan hukum positif."Orang-orang partai itu yang membuat undang-Undang tentang KPK, jadi jangan takut kalau penegakan hukumnya ketat," kata dia.

Kalla juga mengingatkan agar partai meningkatkan perannya terhadap rakyat supaya kepercayaan rakyat tidak menurun."Jangan muncul anggapan hari ini partai dibutuhkan tetapi besok malah dicurigai rakyat," kata Kalla.

Dalam kesempatan itu Jusuf Kalla juga berpesan agar peran partai jangan sebatas untuk kepentingan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah saja. "Jangan melihat peran partai itu saat dibutuhkan saja, yaitu saat untuk pemilihan Presiden atau kepala daerah."

Hadir dalam kesempatan ini tokoh-tokoh senior Partai Golkar seperti Cosmas Batubara, Oetojo Oesman, Hartarto, dan Sukardi. Tampak pula jajaran pimpinan partai seperti Theo L Sambuaga, Andi Mattalatta, Muladi, Priyo Budi santoso, Soemarsono, dan Siswono Yudhohusodo.

Salah seorang sesepuh Golkar, Sukardi, menyatakan Golkar jangan malu-malu untuk mengambil kekuasaan. Karena dibentuknya partai tujuannya untuk kekuasaan. "Tetapi jangan lupa, kalau sudah berkuasa ingat rakyat, disiplin harus ditegakkan, kalau mencalonkan cukup satu saja," kata dia.

Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Ma'arif menegaskan bahwa untuk pencalonan presiden, Partai Golkar harus menang dulu dalam Pemilu 2009. "Kalau menang, sangat layak ketua umum jadi calon presiden," kata dia. Anton Aprianto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X