Iran Mau Berunding Dengan Amerika Serikat Soal Irak

TEMPO Interaktif, Teheran: Iran kemarin menyatakan telah sepakat memulai ronde perundingan baru dengan Amerika Serikat tentang keamanan Irak.

Pengumuman itu muncul setelah Amerika Serikat menyebut Iran telah membendung arus senjata dan militan yang melintas perbatasan, ditengah penurunan kekerasan di negeri tetangga yang dibekap konflik sektarian.

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan Washington telah membuat satu tawaran untuk perundingan baru lewat kedutaan Swiss di Teheran. "Kedutaan Swiss di Iran telah menyampaikan pesan pemerintah Amerika untuk ronde baru perundingan soal Irak kepada kolega saya di kementrian luar negeri," tutur Mottaki kepada wartawan kemarin saat dikunjungi Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem.

"Iran sepakat dengan permintaan itu dalam keranga kebijakan membantu rakyat Irak. Tanggal pasti ronde keempat perundingan bakal diumumkan beberapa hari mendatang," kata Mottaki. Ia menyebut perundingan bakal digelar di Irak.

Amerika memang memutuskan hubugnan diplomatik dengan Iran pada 1980 selama 444 hari pengepungan Kedutaan Besar Amerika di Teheran oleh para mahasiswa militan setelah revolusi Islam 1979.

Sejak itu hubungan belum pernah dipulihkan dan perubahan antara kedua negara telah ditandai oleh saling kecurigaan. Tapi keduanya telah menggelar tiga kali ronde perundingan soal Irak tahun ini.

Duta Besar Amerika di Irak Ryan Crocker dan Duta Besar Iran di Irak Hassan Kazemi Qomi telah berunding empat mata dua kali pada 28 Mei dan 24 Juli lalu. Inilah kontak tertinggi di depan umum antara dua negara setelah 27 tahun.

Semua perundingan gagal mencapai suatu terobosan besar. Kedua pihak saling tuding siapa yang bersalah atas kekerasan di Irak.

Iran menyebut problem utamanya disebabkan oleh "pencaplokan" militer Amerika atas Irak. Sementara Washington menuduh Teheran menyokong militan-militan Syiah dan pengapalan amunisi dan bom ke Irak untuk menyerang tentara Amerika. Iran selalu membantah tuduhan-tuduhan itu.

Bulan ini tampaknya telah terjadi perubahan yang menurunkan ketegangan dua negara. Para pejabat militer Amerika memang mengatakan Iran tampak telah menghidupkan komitmen selama lawatan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki ke Teheran buat menghentikan aliran senjata ke negeri kisruh terebut. Sebelumnya kepada al-Maliki, Iran membantah terlibat apapun penyelundupan seperti ditudingkan Amerika. AFP/AP/dwi arjanto