Saham Asia Diprediksi Jatuh Lagi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Saham Asia diperkirakan akan jatuh lagi pada hari kedua setelah laporan harga perumahan jatuh di sepertiga kota Amerika Serikat.
Eksportir Jepang seperti Sony Corp memimpin kejatuhan setelah penguatan yen terhadap dolar dalam dua tahun terakhir ini.
Saham perusahaan finansial termasuk Nomura Holding Inc juga diprediksi akan jatuh. Hal ini disebabkan oleh spekulasi jatuhnya pasar global dengan ditandai hilangnya investasi.
"Masalah subprime mortgage di Amerika Serikat masih berlangsung dan dolar sekali lagi melemah," kata analis Nomura Securities, Juichi Wako, di Tokyo. Ia tidak berharap banyak saham pulih dalam waktu dekat.
Kemarin saham Amerika Serikat turun diikuti oleh Indeks Standard & Poor 500 dan Indeks Doe Jones yang jatuh pada rata-rata 1,6 persen. Indeks Jepang juga jatuh 21 persen sejak puncaknya pada Februari lalu. Indeks saham S&P/ASX 200 Australia jatuh 0,7 persen menjadi 6,337.90 di Sidney Australia.
Rata-rata indeks saham Nikkei diperdagangkan pada level 14,690 di Chicago dan posisi ini tidak berubah hingga penutupan di Osaka Jepang. Indeks ADR New York tergelincir sebanyak 3,5 persen.
Bloomberg
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung














