Fasilitas Bantuan Asing di Aceh Terbengkalai
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah fasilitas bantuan donor asing bernilai miliaran rupiah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) kini terbengkalai. Sebab, Pemerintah provinsi NAD tidak sanggup mengeluarkan biaya operasional fasilitas.
"Ada fasilitas yang terbengkalai dan tidak beroperasi. Pemrov NAD sudah menyatakan tidak sanggup membayar biaya operasional perbulan," kata Bastian S. Sihombing, Deputi Infrastruktur, Lingkungan dan Pemeliharaan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh-Nias, Jumat (23/11).
Fasilitas penjernihan air bantuan Kuwait di Ule lheu, yang berfungsi menjernihkan air laut menjadi air minum, misalnya, sejak Juni lalu tidak lagi beroperasi. Kuwait menyerahkan pengelolaan saran penjernihan air tersebut ke pemprov NAD. Oleh provinsi, kewajiban diserahkan pada pemerintah daerah setempat. "Ternyata mereka tidak sanggup secara finansial. Sebab biaya operasionalnya mencapai 40 juta perbulan," kata dia.
Badan Rehabilitasi Aceh-Nias, katanya, sempat membantu membiayai sarana berkapasitas 10 liter per detik itu selama beberapa bulan. Namun, karena keterbatasan subsidi tidak lagi dilanjutkan sejak pertengahan tahun ini.
Terbengkalainya pengelolaan sarana bantuan asing membuat BRR Aceh Nias khawatir. Sebab, menurut Bastian, kemampuan NAD belum sepenuhnya optimal. Padahal banyak fasilitas yang membutuhkan biaya operasional tinggi. "Terutama fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit yang pengelolaannya diserahkan pada daerah," kata dia.
Ninin Damayanti
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Mobil-mobil Keren di Film `Fast & Furious`
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
- Dugaan Korupsi Rp 700 Miliar, Menteri Nuh: Saya Pelajari
Berita Utama Nasional
- Atase AS: Tak Tahu Pesawatnya Mendarat di Aceh
- Calon KSAD Moeldoko Diingatkan 'Operasi Sajadah'
- Kurikulum 2013, Guru Diminta Aktif Kaji dan Kritik
- Soal Labora Sitorus, Ini Janji Timur Pradopo
- Pesawat Militer AS Mendarat Tanpa Izin di Aceh
- KPK Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Hambalang
- Presiden Tunjuk Letjen Moeldoko sebagai KSAD













