TNI Khawatirkan Pasukan Patroli Perbatasan Malaysia


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tentara Nasional Indonesia mengkhawatirkan pembangunan pasukan perbatasan Askar Wataniah di Malaysia. "Menjadi ancaman di Kalimantan Barat," kata Komandan Komando Resort Militer Kalimantan Barat Kolonel Edi Sutanto di Jakarta, Kamis (29/11).

Kekhawatiran ini diungkapkan Edi dalam sesi tanya jawab di acara pengarahan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kepada seluruh komandan komando resort militer (danrem) dan komandan komando distrik militer (dandim) se-Indonesia di Markas Besar TNI Angkatan Darat.

Angkatan Darat Malaysia yang terorganisir dalam empat divisi memiliki 17 korps atau resimen, di antaranya Resimen Askar Wataniah. Resimen teritorial ini mengisi Resimen Pengurusan Sempadan yang dibentuk secara resmi pada 1 Juli 2006 sebagai pasukan patroli perbatasan.

Dalam kesempatan itu Edi mempertanyakan keberadaan komponen cadangan di Kalimantan. Menjawab pertanyaan ini, Juwono menjelaskan bahwa komponen cadangan saat ini sedang disusun oleh Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan.

Juwono pun mengatakan bahwa saat ini Departemen Pertahanan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Kehutanan, dan Departemen Pertanian sedang melakukan rapat lintas departemen.

Rapat ini, kata Juwono, menyusun program pemberdayaan ekonomi di wilayah perbatasan. "Untuk menangkal kemungkinan infiltrasi dan serangan dari luar, termasuk non militer seperti pembalakan liar," kata Juwono. Fanny Febiana

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X